Kamu memang bukan milikku, dan
begitu juga dengan dia.
apa kamu miliknya?
aku lebih jauh mengenalmu, dia??
dia mengenalmu, tapi tak seperti aku mengenalmu.
Tunggu,
lagi-lagi tentang kamu.
aku benar-benar merindukanmmu
sehingga tangan ini tak lelah untuk menulis semua tentangmu :')
kamu bertanya kapan aku berhenti?
aku berhenti saat tangan ini lelah, tapi
masih akan ada lembaran-lembaran lain tentang kamu
kini aku merasa bodoh,
bukan aku yang bodoh,
tapi kamu yang membodohiku.
aku berusaha untuk tak mengenalmu lagi,
tapi, aku terlalu lemah dalam hal ini
aku tak cukup kuat jika harus menjauhimu
suatu hari,
tangan ini akan berhenti mengisi lembaran-lembaran yang kosong ini,
dan lembaran-lembaran ini akan merindukan cerita tentang kamu,
mungkin pada saat-saat lembaran-lembaran ini merindukannya,
saat itu kamu bersamanya,
masih banyak yg belum aku tulis,
dan masih banyak lembaran-lembaran kosong yang menanti.
No comments:
Post a Comment