Kamu?
ya, memang kamu.
Entah sudah yang keberapa kali aku memilihmu (lagi)
padahal aku tau,
memilihmu (lagi) itu membuatku merasa tersakiti
tapi aku seakan tak merasa takut
jadi kamu, kamu dan kamulah pilihanku.
Kamu?
lagi-lagi kamu, haha
seperti hanya kamu seorang disini,
tapi memang hanya kamu dalam duniaku,
dan itu hanya kamu!
Aku menangis,
menangis karena kamu!
kamu,
kamu berubah,
berubah sangat banyak
Hahaha, yayaya lagi-lagi aku menangisimu.
Tetesan air mata karenamu tak terhitung lagi,
ini bukan lagi tetesan tapi curahan!
banyak?
cukup banyak sehinga mataku membengkak.
Aku menangis saat memikirkanmu,
semua sangat berbeda dengan yang dulu,
dulu kita tertawa lepas
kini?
kita saling menutupi,
kita saling bersandiwara.
No comments:
Post a Comment